Bupati JTP Resmikan SPPG Marsiurupan, Dorong Gizi Anak dan Ekonomi Lokal Taput

Dana Rp30 Juta per Hari Berputar di Desa, Petani dan UMKM Lokal Didorong Jadi Pemasok Utama

Berita, DAERAH49 Dilihat

Tapanuli Utara — Jumat 7 November 2025 Ribaknews.id

Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., bersama Ketua TP PKK Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Marsiurupan di Desa Hutabarat, Kecamatan Pahae Julu, Jumat (7/11/2025).

Peresmian tersebut menandai bertambahnya jumlah SPPG di Kabupaten Tapanuli Utara menjadi 21 unit yang beroperasi sebagai dapur sentral Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak sekolah dasar.

Turut hadir Anggota DPRD Taput Oki Sibarani, Asisten Pemerintahan dan Kesra Bahal Simanjuntak, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah dan masyarakat setempat.

Dukung Asta Cita Presiden dan Gizi Generasi Emas 2045

Dalam sambutannya, Bupati JTP Hutabarat menegaskan bahwa pelaksanaan program MBG melalui SPPG merupakan bagian dari komitmen daerah dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, terutama dalam aspek peningkatan kualitas sumber daya manusia.

> “Kehadiran SPPG Marsiurupan ini adalah wujud nyata kolaborasi kita untuk mewujudkan Asta Cita Presiden. Yang kita utamakan adalah kualitas makanan bergizi, bukan sekadar kuantitas. Asupan gizi siswa harus terpenuhi dengan baik untuk menciptakan Generasi Emas 2045,” ujar Bupati disambut tepuk tangan hadirin.

Bupati menambahkan, kehadiran dapur sentral ini bukan hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi wadah sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat untuk membangun masa depan yang lebih sehat dan produktif.

Kolaborasi dengan Yayasan Bisukma dan Pemanfaatan Pangan Lokal

Dalam kesempatan itu, Bupati JTP Hutabarat juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Bisukma, selaku mitra pelaksana SPPG, yang diwakili oleh Jufri Sitompul, S.H.

> “Terima kasih atas kolaborasi dan dedikasi Yayasan Bisukma yang konsisten mendukung program pemerintah di bidang gizi dan pemberdayaan masyarakat,” ucapnya.

Bupati menegaskan agar pengelolaan SPPG Marsiurupan memprioritaskan pemanfaatan potensi bahan pangan lokal. Ia memberikan arahan tegas agar dana berputar sekitar Rp30 juta per hari digunakan sepenuhnya untuk membeli hasil pertanian masyarakat sekitar.

> “Saya titip pesan kepada pengelola, jangan belanja bahan pangan dari luar Pahae. Berdayakan petani, koperasi, dan pelaku UMKM desa agar ekonomi lokal ikut tumbuh. SPPG harus jadi dapur rakyat, bukan dapur proyek,” tegas Bupati JTP Hutabarat.

Efek Berganda bagi Ekonomi Desa

Program SPPG ini diharapkan mampu memberikan dampak ganda (multiplier effect) bagi perekonomian masyarakat setempat. Perputaran dana harian akan meningkatkan daya beli petani, peternak, dan pedagang lokal, sekaligus memperkuat rantai pasok pangan daerah.

Menurut Bupati, keberadaan SPPG harus memberikan dua manfaat utama: pemenuhan gizi anak-anak sekolah dan peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.
Kebijakan ini menjadi bentuk konkret penerapan prinsip local empowerment atau pemberdayaan ekonomi berbasis desa.

Selain aspek ekonomi, Bupati juga menyoroti pentingnya kebersihan dan higienitas dapur. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, katanya, telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk membantu memastikan semua dapur SPPG memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.

> “Saya titip pesan kepada semua yang bekerja di sini, jaga kebersihan dan lakukan yang terbaik. Satgas bukan untuk menghalangi, tapi untuk memastikan makanan anak-anak kita aman dan sehat,” ujar Bupati dengan nada tegas.

Target 100 Persen Cakupan Program Makanan Bergizi Gratis

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menargetkan bahwa seluruh penerima manfaat Program Makanan Bergizi Gratis dapat terlayani 100 persen pada tahun 2025.

SPPG Marsiurupan diharapkan menjadi pioneer dan role model bagi satuan pelayanan lainnya di seluruh kecamatan. Ke depan, program serupa akan diperluas untuk menyasar anak baru lahir, ibu hamil, dan kelompok masyarakat rentan gizi.

Ketua TP PKK, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, turut mengingatkan agar pengelolaan dapur dilakukan dengan semangat gotong royong.

> “Peran ibu-ibu PKK sangat penting dalam memastikan menu yang disajikan seimbang dan higienis. Kita ingin anak-anak Taput tumbuh sehat dan cerdas,” ujarnya.

Tutup dengan Peninjauan Dapur dan Cicip Menu MBG

Acara peresmian diakhiri dengan pengguntingan pita oleh Bupati dan Ketua TP PKK, dilanjutkan peninjauan langsung ke area dapur. Bupati JTP Hutabarat bahkan sempat mencicipi menu MBG hari itu untuk memastikan cita rasa dan kualitas makanan yang disajikan.

Kehadiran SPPG Marsiurupan menjadi simbol kolaborasi nyata antara pemerintah daerah, lembaga sosial, dan masyarakat dalam mewujudkan Taput Maju, Berbudaya, dan Berkelanjutan — menuju Generasi Emas 2045 yang sehat dan mandiri.

(Redaksi: ribaknews.id — Aktual, Kritis, dan Terpercaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *