Bupati Humbahas Buka Rakor Gugus Tugas KLA 2025, Tegaskan Komitmen Perlindungan dan Hak Anak

Rapat Koordinasi Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak 2025 menjadi momentum sinergi lintas sektor untuk memperkuat pemenuhan hak dan perlindungan anak di Humbang Hasundutan.

Berita, DAERAH261 Dilihat

Dolok Sanggul, Kamis 6 November 2025 — Ribaknews.id

Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan P. Nababan, S.H., M.H., secara resmi membuka Rapat Koordinasi Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun Anggaran 2025 di Aula Hutamas Tano Tubu, Dolok Sanggul, Kamis (6/11).

Rapat ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, perwakilan Forum Anak, serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam program perlindungan anak. Agenda utama rapat adalah memperkuat koordinasi, sinergi, dan komitmen lintas sektor dalam mewujudkan Kabupaten Humbang Hasundutan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) sesuai target nasional.

Dalam sambutannya, Bupati Oloan menegaskan bahwa upaya membangun daerah layak anak bukan sekadar memenuhi indikator administratif, tetapi merupakan panggilan moral dan tanggung jawab bersama dalam melindungi generasi masa depan.

> “Anak-anak adalah masa depan bangsa. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk melindungi mereka, memastikan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung bagi tumbuh kembang mereka,” ujar Bupati Oloan.

Menurutnya, keberhasilan KLA tidak hanya diukur dari penghargaan, tetapi dari perubahan nyata di lapangan: meningkatnya kualitas hidup, keamanan lingkungan bermain, pendidikan yang ramah anak, serta perlindungan hukum bagi anak-anak dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.

Sinergi dan Langkah Strategis

Program Kabupaten Layak Anak merupakan inisiatif nasional dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Dalam implementasinya, pemerintah daerah diwajibkan memenuhi 31 indikator yang mencakup bidang kesehatan, pendidikan, sosial, dan perlindungan anak.

Melalui rakor ini, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menegaskan langkah-langkah strategis seperti pembentukan tim teknis per indikator di setiap OPD, audit data dan dokumen pendukung, serta penyiapan mekanisme Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) di kecamatan representatif.

Sekretaris Gugus Tugas KLA menyampaikan bahwa kunci keberhasilan terletak pada sinergi lintas OPD. Dinas Kesehatan memastikan layanan Puskesmas ramah anak, Dinas Pendidikan menegakkan konsep sekolah bebas kekerasan, sementara DP3AKB berfokus pada pelibatan Forum Anak sebagai wadah partisipasi.

“Seluruh OPD memiliki kontribusi. Kita ingin data, dokumen, dan aksi lapangan berjalan seirama. Jangan hanya berhenti di laporan,” tegasnya.

Dari Seremonial ke Substansi

Rakor ini menjadi momentum untuk menggeser paradigma dari kegiatan seremonial ke arah implementasi substantif. Pemerintah menargetkan tiga fokus utama:

1. Peningkatan layanan kesehatan anak dan gizi melalui Posyandu serta imunisasi terpadu.

2. Penerapan sekolah ramah anak di seluruh kecamatan.

3. Penguatan perlindungan anak terpadu dengan petugas respons cepat dan saluran pengaduan masyarakat.

Bupati juga mendorong pembangunan dashboard data terpadu KLA, agar seluruh indikator dapat dipantau secara terbuka dan terukur. Langkah ini akan mempercepat pelaporan ke KemenPPPA serta memperkuat kesiapan verifikasi nasional.

Peran Forum Anak dan Masyarakat

Bupati menegaskan pentingnya peran Forum Anak dan masyarakat dalam mendukung gerakan ini.

> “Suara anak harus didengar dalam setiap perencanaan. Mereka bukan objek kebijakan, tetapi subjek yang punya hak untuk berpartisipasi,” ungkapnya.

Pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan anggaran bagi kegiatan Forum Anak seperti pelatihan kepemimpinan, literasi digital, serta kampanye anti kekerasan di sekolah dan media sosial.

Komitmen Jangka Panjang

Menutup kegiatan, Bupati Oloan menegaskan bahwa KLA bukan sekadar program tahunan, tetapi gerakan berkelanjutan.

> “Kita ingin Humbang Hasundutan bukan hanya mendapat predikat Layak Anak di atas kertas, tapi menjadi rumah yang benar-benar aman, sehat, dan bahagia bagi seluruh anak-anak kita,” katanya.

Dengan sinergi seluruh elemen masyarakat, OPD, dan forum anak, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan optimistis dapat meningkatkan peringkat dalam penilaian KLA Nasional 2025, sekaligus menjadikan daerah ini sebagai contoh praktik baik di Sumatera Utara.

(Redaksi: ribaknews.id — Aktual, Kritis, dan Terpercaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *