Pakkat — Minggu 30 November 2025 Ribaknews.id
Memasuki hari kelima pascabencana longsor dan banjir bandang yang menghantam Desa Panggugunan, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, proses pencarian korban masih dilakukan secara intensif oleh tim gabungan. Di tengah medan berat yang penuh lumpur, material tanah, dan puing-puing rumah warga, Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan Paniaran Nababan kembali turun langsung ke lokasi, Minggu (30/11/2025), untuk memastikan seluruh upaya pencarian berjalan maksimal.
Tidak hanya memantau dari kejauhan, sang bupati bahkan ikut terlibat fisik dalam operasi pencarian. Dari melintasi timbunan tanah hingga memanjat atap rumah warga yang sudah hancur, aksinya memantik perhatian publik dan petugas di lapangan. Kehadirannya bukan sekadar simbolik—tapi benar-benar turut bekerja bersama tim penyelamat.
Bupati Turun Tangan: Dari Lumpur ke Atap Rumah Warga
Dalam dokumentasi yang diperoleh, terlihat jelas bagaimana Bupati Humbang Hasundutan, didampingi Sekda Christison Rudianto Marbun, bergerak lincah di tengah lokasi bencana. Dengan pakaian lapangan penuh debu, ia menyeberangi gundukan lumpur, melompati tumpukan barang warga, dan bahkan memanjat dinding setengah roboh menggunakan tangga darurat.
Aksi tersebut menjadi simbol kuat bahwa pemerintah daerah tidak hanya memerintah dari balik meja, melainkan turun langsung bersama warga dan petugas.
“Prioritas kita adalah menemukan korban secepat mungkin. Seluruh sumber daya lintas sektoral kita maksimalkan, namun keselamatan tim tetap nomor satu,” ujar Bupati Oloan di sela-sela pemantauan.
Sikapnya tegas, tetapi tetap manusiawi. Ia meminta seluruh unsur di lapangan—BPBD, TNI, Polri, Satpol PP, Tagana, hingga relawan—untuk bekerja simultan. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi cepat antara pimpinan posko dan tim teknis agar hasil pencarian tidak terputus.
Medan Ekstrem Menjadi Tantangan Utama
Hingga hari kelima, tim gabungan masih fokus pada area yang diperkirakan sebagai titik tertimbunnya korban. Namun kondisi medan menjadi tantangan besar:
Material longsor masih basah dan labil
Beberapa titik akses tidak bisa dilalui alat berat
Rumah warga yang terseret arus sudah tidak berbentuk lagi
Ancaman longsor susulan terus mengintai
Beberapa peralatan seperti alat penggali manual, chainsaw, hingga mesin serbaguna dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan puing. Namun demikian, kehati-hatian tetap menjadi prioritas.
“Kami bergerak cepat, tetapi tidak gegabah. Setiap langkah harus mempertimbangkan keselamatan tim, karena kondisi tanah masih bergerak,” kata salah satu anggota BPBD di lokasi.
Hasil Masih Nihil, Tapi Semangat Tidak Padam
Meski upaya pencarian terus dilakukan secara intensif, hasilnya hingga sore hari masih nihil. Sejumlah titik prioritas, termasuk puing rumah yang terseret ke aliran sungai, sudah dibersihkan sebagian namun belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Petugas tetap melakukan pendekatan teknis berdasarkan:
1. Perkiraan arah arus banjir bandang
2. Titik lokasi rumah warga sebelum terseret
3. Analisis kontur material longsor
4. Informasi keluarga korban
Tim juga memetakan ulang titik pencarian berdasarkan perubahan posisi material tanah setiap beberapa jam.
“Upaya ini tidak akan dihentikan sampai semua korban ditemukan. Kita akan terus bekerja,” tegas Bupati Oloan.
Kolaborasi Lintas Sektoral: Semua Bergerak
Sejumlah instansi dan kelompok relawan terlibat penuh:
BPBD Humbang Hasundutan
BPBD Provinsi Sumut
TNI dan Polri
Satpol PP
Basarnas
Relawan masyarakat
Pemerintah desa dan kecamatan
Di posko utama, Sekda Christison Rudianto Marbun bertindak sebagai koordinator lapangan. Ia memastikan distribusi logistik, alat keselamatan, dan kebutuhan teknis pencarian terpenuhi tanpa hambatan.
Pemerintah kabupaten juga telah mendirikan posko dapur umum, pos kesehatan, serta pos informasi keluarga korban.
Warga Apresiasi Kehadiran Bupati
Sejumlah warga menyampaikan apresiasi atas tindakan cepat pemerintah daerah, khususnya kehadiran langsung bupati di lokasi bencana.
“Jarang ada bupati yang mau turun ke lumpur begini. Ini bukan sekadar kunjungan, tapi ikut bekerja,” ujar seorang warga.
Kehadiran bupati diyakini memberi dorongan psikologis bagi petugas dan keluarga korban. Di tengah suasana duka, solidaritas dan kolaborasi semua pihak menjadi kunci pemulihan.
Bencana Ini Mengingatkan Kita…
Longsor dan banjir bandang di Panggugunan menjadi peringatan keras bahwa pengelolaan DAS, tata ruang, serta kesiapsiagaan bencana harus terus ditingkatkan. Medan Humbang Hasundutan dengan topografi curam dan curah hujan tinggi membutuhkan sistem mitigasi jangka panjang.
Walau demikian, dalam situasi darurat seperti saat ini, fokus utama tetap pada penyelamatan jiwa.
Bupati menegaskan bahwa setelah masa tanggap darurat selesai, evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa.
Hingga hari kelima, upaya pencarian korban masih berlangsung dan akan terus ditingkatkan. Medan berat tidak mengecilkan semangat tim penyelamat, terlebih dengan hadirnya bupati yang turun langsung ke lapangan—memperlihatkan bahwa kepemimpinan sejati bukan soal jabatan, tapi keberanian berada di garda depan.
Pencarian akan dilanjutkan hingga semua korban ditemukan.
Jonaer Silaban
Diterbitkan: ribaknews.id — Aktual, Kritis, dan Terpercaya.








