Pemkab Humbahas Gerak Cepat Tangani Jalan Terputus di Onan Ganjang, TPT Permanen Dibangun Maret 2026

Humbang Hasundutan, Rabu 04 Februari 2026 Ribaknews.id

Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Pemkab Humbahas) kembali menunjukkan respons cepat dan komitmen nyata dalam menjaga konektivitas wilayah dengan menangani akses jalan yang terputus di Kecamatan Onan Ganjang akibat hujan deras.

Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Onan Ganjang pada Selasa, 3 Februari 2026, menyebabkan kerusakan pada badan jalan menuju Desa Batu Nagodang Siatas, khususnya di sekitar Jembatan Sementara Aek Sipoti. Kondisi tersebut sempat menghambat mobilitas masyarakat serta aktivitas sosial dan ekonomi warga setempat.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, pada Rabu, 4 Februari 2026, Sekretaris Daerah Kabupaten Humbang Hasundutan, Chiristison R. Marbun, turun langsung ke lokasi bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Martogi Purba, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Reinward Marpaung, serta jajaran teknis terkait untuk melakukan peninjauan lapangan dan memastikan langkah penanganan darurat segera dilakukan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan, Rustam Marbun, sebagai bentuk sinergi dan dukungan legislatif terhadap upaya percepatan penanganan infrastruktur yang terdampak bencana.

Dalam keterangannya di lokasi, Sekretaris Daerah Humbahas Chiristison R. Marbun menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin akses vital masyarakat terputus terlalu lama.

“Begitu menerima laporan dari lapangan, pemerintah daerah langsung bergerak cepat. Penanganan darurat ini kita lakukan agar akses masyarakat bisa segera pulih dan aktivitas warga tidak terganggu,” ujar Chiristison R. Marbun.

Sebagai langkah awal, Pemkab Humbahas langsung mengerahkan satu unit alat berat excavator untuk melakukan penanganan darurat pada badan jalan yang tergerus. Pekerjaan difokuskan pada perataan dan penguatan sementara struktur jalan agar dapat kembali dilalui oleh kendaraan dan masyarakat.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Humbang Hasundutan, Reinward Marpaung, menjelaskan bahwa penanganan darurat ini bersifat sementara sambil menunggu pembangunan infrastruktur permanen.

“Saat ini kita lakukan penanganan darurat terlebih dahulu agar akses jalan bisa difungsikan. Selanjutnya, pemerintah daerah sudah merencanakan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) sebagai solusi permanen,” jelas Reinward Marpaung.

Penanganan darurat tersebut dilaksanakan secara gotong royong antara Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dan Pemerintah Desa setempat, dengan dukungan masyarakat sekitar. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, akses jalan diperkirakan sudah dapat kembali digunakan pada hari yang sama setelah pekerjaan darurat selesai dilaksanakan.

Lebih lanjut, Sekretaris Daerah Humbahas menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan langkah jangka panjang untuk mencegah kejadian serupa terulang.

“Untuk solusi permanen, pembangunan TPT direncanakan mulai bulan Maret 2026. Anggarannya bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) melalui mekanisme pergeseran anggaran, sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Melalui langkah cepat, terkoordinasi, dan terukur ini, Pemkab Humbahas berharap ketahanan infrastruktur jalan di wilayah rawan bencana dapat semakin kuat, sekaligus memberikan rasa aman dan kepastian akses bagi masyarakat.

Diterbitkan Media Ribak News
Joaner Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *