Bupati Humbahas Perkuat Komitmen UHC dan Layanan Kesehatan

Bupati Humbahas menegaskan Universal Health Coverage menjadi prioritas tahun 2026 sekaligus mendorong penguatan JKN, tenaga kesehatan, dan kualitas fasilitas pelayanan kesehatan.

DOLOKSANGGUL – Kamis 04 Juni 2026.

Ribaknews.id

Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan melalui pelaksanaan Forum Komunikasi Strategi Universal Health Coverage (UHC) dan Forum Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan yang secara resmi dibuka oleh Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Paniaran Nababan, pada Rabu (3/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Humbang Hasundutan tersebut menjadi wadah koordinasi dan sinergi antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Forum ini dihadiri Ketua TP PKK Humbang Hasundutan, Erma Oloan Paniaran Nababan, Asisten Administrasi Umum Jaulim Simanullang, Kepala Dinas Kesehatan dan P2KB Alexander Gultom, Kepala Bappelitbangda Pahala Lumban Gaol, Direktur RSUD, para kepala puskesmas, serta jajaran BPJS Kesehatan.

Turut hadir Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sibolga, dr. Nur Eva Parindury, M.Si., AAAK, dan Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Humbang Hasundutan Susan Sitompul bersama peserta forum lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Oloan Paniaran Nababan menegaskan bahwa forum tersebut memiliki peran penting dalam merumuskan berbagai strategi guna memastikan keberlangsungan program jaminan kesehatan di daerah. Menurutnya, akses terhadap layanan kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang harus dijamin oleh pemerintah.

Ia menjelaskan bahwa Universal Health Coverage atau cakupan kesehatan semesta tidak hanya berbicara tentang jumlah kepesertaan JKN, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, dan berkelanjutan.

“Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan berkomitmen memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan berkesinambungan. Karena itu, keberlangsungan UHC harus menjadi prioritas bersama pada tahun 2026,” tegas Bupati.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan seluruh pemangku kepentingan untuk mencermati proyeksi kebutuhan anggaran JKN yang diperkirakan menghadapi tantangan pada tahun mendatang. Menurutnya, diperlukan langkah-langkah strategis dan kolaboratif agar program jaminan kesehatan tetap berjalan optimal tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Selain aspek pembiayaan, Bupati menyoroti pentingnya ketersediaan sumber daya manusia kesehatan, terutama tenaga dokter umum yang masih menjadi kebutuhan di berbagai fasilitas kesehatan. Ketersediaan tenaga medis yang memadai dinilai sangat menentukan kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.

“Keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh pembiayaan, tetapi juga oleh kesiapan tenaga kesehatan dan fasilitas pendukung yang tersedia. Karena itu, peningkatan kualitas SDM kesehatan harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan mutu fasilitas kesehatan, baik di rumah sakit maupun puskesmas, agar pelayanan yang diberikan semakin cepat, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Melalui forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan berharap seluruh pihak dapat menghasilkan langkah-langkah konkret yang dapat segera diimplementasikan untuk mendukung keberhasilan Program JKN dan memperkuat sistem pelayanan kesehatan daerah.

Sementara itu, Ketua TP PKK Humbang Hasundutan, Erma Oloan Paniaran Nababan, menyampaikan bahwa sektor kesehatan memiliki keterkaitan erat dengan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, khususnya pada bidang kesehatan keluarga, perencanaan sehat, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, keluarga yang sehat merupakan fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang produktif, mandiri, dan sejahtera. Oleh karena itu, berbagai program PKK selama ini terus diarahkan untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Melalui Posyandu, edukasi gizi keluarga, pencegahan stunting, pembinaan perilaku hidup bersih dan sehat, serta peningkatan kesehatan ibu dan anak, PKK terus mendukung program pemerintah dalam bidang kesehatan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa upaya tersebut akan semakin optimal apabila seluruh masyarakat memiliki kepesertaan aktif dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional. Untuk itu, TP PKK siap menjadi mitra pemerintah dalam melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya jaminan kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sibolga, dr. Nur Eva Parindury, M.Si., AAAK, hadir sebagai narasumber dengan materi mengenai implementasi strategi penguatan rekrutmen cakupan dan keaktifan peserta JKN, penguatan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), serta rasionalisasi biaya pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Melalui forum komunikasi dan kemitraan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas serta menjaga keberlanjutan Universal Health Coverage di Kabupaten Humbang Hasundutan.

Diterbitkan Media Ribak News ID
Penulis/Redaktur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *