MEDAN – Senin 06 April 2026. Ribaknews.id
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Pemkab Humbahas) mempercepat langkah pemulihan infrastruktur air bersih pascabencana hidrometeorologi dengan menggelar rapat koordinasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II di Medan, Senin (6/4/2026).
Rapat tersebut membahas Laporan Antara Detail Engineering Design (DED) untuk rehabilitasi air baku di Kecamatan Pakkat serta rencana pembangunan air baku di Kecamatan Lintongnihuta.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Humbahas, Anggiat Manullang, menegaskan bahwa koordinasi ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Bupati Humbahas, Oloan Paniaran Nababan, guna mempercepat pemulihan pascabencana yang terjadi pada akhir November 2025.
“Langkah ini bagian dari percepatan pemulihan infrastruktur dasar, khususnya sistem penyediaan air minum yang terdampak bencana,” ujarnya.
Kerusakan Intake dan Jaringan Transmisi Jadi Fokus
Dalam pembahasan, kerusakan serius pada bangunan intake serta jaringan transmisi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kecamatan Pakkat menjadi perhatian utama. Infrastruktur tersebut rusak akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah itu pada akhir 2025.
Pemkab Humbahas menilai rehabilitasi air baku merupakan langkah krusial untuk menjamin keberlanjutan layanan air bersih bagi masyarakat terdampak.
Lintongnihuta Masuk Prioritas Daerah Rawan Air
Selain rehabilitasi, rapat juga membahas rencana pembangunan air baku baru di Kecamatan Lintongnihuta. Program ini ditujukan untuk mengatasi krisis air minum di lima desa, yakni Nagasaribu I hingga Nagasaribu V.
Perencanaan tersebut dinilai sebagai langkah strategis jangka menengah untuk memperluas akses air bersih di wilayah rawan.
Syarat Administratif Jadi Penentu Realisasi
Perwakilan Direktorat Air Tanah dan Air Baku Kementerian PUPR, Angga Primahesa, bersama pihak BBWS Sumatera II menekankan pentingnya kelengkapan dokumen Readiness Criteria serta kesiapan lahan.
Dokumen tersebut menjadi syarat utama agar proyek dapat segera diimplementasikan, baik untuk rehabilitasi di Pakkat maupun pembangunan di Lintongnihuta.
Target Pelaksanaan Bertahap
BBWS Sumatera II menyampaikan bahwa rehabilitasi air baku Kecamatan Pakkat direncanakan mulai dilaksanakan pada tahun 2026. Sementara pembangunan air baku di Kecamatan Lintongnihuta dijadwalkan pada tahun 2027.
Dengan skema bertahap tersebut, pemerintah daerah diharapkan mampu memastikan kesinambungan program serta efektivitas pemulihan layanan air bersih.
Diterbitkan Media Ribak News ID
Penulis/Redaktur








