Bupati Tapanuli Utara Canangkan Penanaman Sejuta Pohon Durian untuk Pemulihan Pascabencana

BENCANA ALAM, DAERAH103 Dilihat

TAPANULI UTARA — Jumat 13 Febuari 2025 Ribaknews.id

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mencanangkan Gerakan Penanaman Sejuta Pohon Durian sebagai bagian dari upaya pemulihan lingkungan dan ekonomi masyarakat pascabencana hidrometeorologi. Kegiatan tersebut dipusatkan di lokasi Hunian Tetap Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adiankoting, Jumat (13/2/2026).

Program penanaman sejuta pohon durian dan kemenyan diluncurkan sebagai langkah rehabilitasi lahan terdampak bencana sekaligus mendorong penguatan sektor pertanian berbasis komoditas unggulan daerah. Selain penghijauan, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekonomi produktif.

Pencanangan dipimpin langsung oleh Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, didampingi Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan dan Kapolres Tapanuli Utara Ernis Sitinjak. Kegiatan juga dihadiri pimpinan perangkat daerah, kelompok tani, serta masyarakat terdampak bencana.

Gerakan ini resmi dicanangkan pada Jumat, 13 Februari 2026, sebagai bagian dari rangkaian program pemulihan pascabencana yang dilakukan pemerintah daerah.

Pusat kegiatan berada di Hunian Tetap Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adiankoting, wilayah yang menjadi salah satu lokasi pemulihan masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tapanuli Utara.

Menurut Bupati, penanaman durian dan kemenyan tidak hanya bersifat simbolis, tetapi menjadi strategi jangka panjang untuk memulihkan ekosistem, menghijaukan lahan kritis, serta menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Komoditas tersebut dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi dan potensial untuk dikembangkan sebagai identitas pertanian daerah.

Plt. Kepala Dinas Pertanian, Viktor Siagian, menjelaskan bahwa program dilaksanakan di lima kecamatan, yakni Adiankoting, Parmonangan, Pahae Jae, Purbatua, dan Simangumban. Pada kegiatan pencanangan ini ditanam sebanyak 500 batang durian lokal. Sebelumnya, pada 2025 pemerintah daerah telah menyalurkan 2.500 bibit kepada kelompok tani, sementara untuk 2026 dialokasikan 2.100 bibit tambahan serta dukungan 1.000 bibit dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Pemerintah daerah berharap gerakan ini mampu mempercepat rehabilitasi lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat pedesaan di masa mendatang.

Diterbitkan Media Ribak News
Penulis: Jonaer Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *