Manunggal dengan Rakyat: Warisan TNI AD dalam Kepemimpinan Bupati Humbang Hasundutan

Humbang Hasundutan — Senin 15 Desember 2025 Ribaknews.id

Peringatan Hari Juang Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) ke-79 yang diperingati setiap 15 Desember menjadi momentum refleksi kebangsaan mengenai jati diri TNI AD sebagai tentara rakyat. Dalam konteks tersebut, pesan yang disampaikan Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan P. Nababan, S.H., M.H., menegaskan pentingnya nilai manunggal dengan rakyat sebagai fondasi persatuan dan ketahanan bangsa.

Dalam pernyataannya, Bupati Humbang Hasundutan menekankan tema nasional Hari Juang TNI AD, “TNI AD Manunggal dengan Rakyat untuk Indonesia Bersatu, Berdaulat, Sejahtera, dan Maju.” Tema ini merefleksikan sejarah panjang TNI AD yang lahir dari perjuangan rakyat dan hingga kini tetap menempatkan masyarakat sebagai bagian integral dari kekuatan pertahanan negara.

Hari Juang TNI AD berakar pada peristiwa Palagan Ambarawa, 15 Desember 1945, sebuah tonggak sejarah perjuangan bangsa ketika tentara dan rakyat bersatu mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Peristiwa tersebut tidak hanya menandai kemenangan militer, tetapi juga memperkuat filosofi dasar TNI AD sebagai institusi yang tumbuh dan mengabdi bersama rakyat.

Nilai historis tersebut hingga kini menjadi pedoman moral dan institusional TNI AD dalam menjalankan perannya di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara. Prinsip kemanunggalan menjadi pembeda utama TNI AD dalam sistem pertahanan nasional, sekaligus menjadi landasan hubungan harmonis antara negara dan masyarakat.

Di Kabupaten Humbang Hasundutan, nilai manunggal dengan rakyat tercermin dalam praktik kepemimpinan daerah yang menekankan kehadiran negara di tengah masyarakat. Pemerintah daerah bersama unsur TNI AD membangun sinergi dalam berbagai bidang, mulai dari penanganan bencana, pendampingan masyarakat di wilayah terpencil, hingga dukungan terhadap pembangunan infrastruktur dan penguatan ketahanan wilayah.

Kepemimpinan daerah yang berpijak pada nilai kebersamaan, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial dinilai relevan dengan tantangan pembangunan saat ini. Kondisi geografis yang menantang serta kebutuhan percepatan pembangunan menuntut koordinasi lintas sektor yang kuat, di mana kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI AD menjadi faktor penting.

Bupati Humbang Hasundutan juga menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada seluruh prajurit TNI AD atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan kepada bangsa dan negara selama hampir delapan dekade. Menurutnya, peran TNI AD tidak hanya terbatas pada fungsi pertahanan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan sosial dan membantu masyarakat di berbagai situasi.

Momentum Hari Juang TNI AD ke-79 menjadi pengingat bahwa persatuan nasional tidak dapat dilepaskan dari hubungan harmonis antara negara dan rakyat. Nilai-nilai yang diwariskan TNI AD—disiplin, loyalitas, dan semangat pengabdian—tetap relevan untuk diinternalisasikan dalam tata kelola pemerintahan dan kehidupan sosial.

Dengan semangat tersebut, peringatan Hari Juang TNI AD tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa historis, tetapi juga sebagai sumber inspirasi kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik, persatuan, dan kesejahteraan masyarakat.

Catatan Redaksi: Isu Hari Juang TNI AD adalah isu nasional, dengan angle daerah (Humbang Hasundutan) sebagai konteks implementasi nilai kebangsaan.

Redaktur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *