Humbang Hasundutan — Jumat 05 Desember 2025 Ribaknews.id
Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, melakukan peninjauan langsung terhadap progres pekerjaan Preservasi Jalan Tarabintang–Siantar Sitanduk–Napa Kubangan di Kecamatan Tarabintang, Jumat, 5 Desember 2025. Peninjauan ini menjadi momen penting dalam memastikan kualitas infrastruktur strategis yang didanai APBN Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak Rp 14,307,416,386 benar-benar menghasilkan jalan yang berfungsi optimal dan tahan lama.
Komitmen Mutu: Jalan Harus Bertahan, Bukan Sekadar Dibangun
Dalam dialognya dengan kontraktor, pengawas lapangan, dan masyarakat sekitar, Bupati menekankan pentingnya mutu sebagai syarat utama keberhasilan proyek. Menurutnya, pembangunan jalan di wilayah beriklim ekstrem seperti Tarabintang tidak boleh dilakukan secara asal-asalan.
Bupati Oloan menyampaikan bahwa tantangan geografis di Tarabintang menuntut kontraktor untuk memperhatikan kepadatan material, pengendalian air, stabilisasi lereng, dan sistem drainase yang tepat. Jalan yang dibangun tanpa memperhitungkan faktor lingkungan akan cepat rusak, terutama di daerah yang rawan banjir dan longsor.
Dalam kesempatan itu, Bupati meminta pengawas proyek untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan Standar Nasional Indonesia (SNI). Ia juga menekankan pentingnya ketepatan waktu pelaksanaan, mengingat jalan tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas ekonomi dan distribusi hasil pertanian masyarakat.
Dana APBN 2025: Transparansi dan Pengawasan Jadi Kunci
Pekerjaan preservasi jalan ini dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dengan nilai kontrak yang mencapai lebih dari Rp 14,3 miliar, proyek ini masuk kategori strategis yang membutuhkan sistem pengawasan ketat agar hasilnya tidak menyimpang dari dokumen kontrak.
Transparansi anggaran menjadi perhatian dalam setiap proyek bersumber APBN. Oleh sebab itu, peninjauan langsung dari kepala daerah diharapkan mendorong akuntabilitas dan meminimalkan potensi penyimpangan kualitas.
Keberadaan Bupati di lapangan sekaligus menjadi sinyal bagi para pelaksana bahwa Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan memberi perhatian serius terhadap kualitas infrastruktur, bukan sekadar formalitas pencairan anggaran atau pelaporan administrasi.
Tinjau Titik Longsor di Pakkat: Mitigasi Risiko Jadi Prioritas
Masih di hari yang sama, Bupati Oloan melanjutkan peninjauan ke sejumlah titik jalan yang terdampak banjir dan tanah longsor di Desa Rura Tanjung, Kecamatan Pakkat. Bencana yang terjadi beberapa hari sebelumnya telah mengakibatkan beberapa ruas jalan tergerus air dan mengalami kerusakan struktural.
Di lokasi tersebut, Bupati menilai kondisi kerusakan dan meminta instansi terkait untuk menyiapkan langkah penanganan darurat seperti pembersihan material longsor, normalisasi drainase, serta pemasangan rambu peringatan. Penanganan jangka panjang juga dirancang melalui penguatan badan jalan, pemasangan bronjong, dan perbaikan saluran air.
Menurutnya, keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama. Akses yang terganggu bukan hanya menghambat mobilitas warga tetapi juga berdampak langsung terhadap ekonomi lokal dan akses pendidikan.
Kunjungan ke UPT SDN 148 Rura Tanjung: Semangat Pendidikan di Tengah Tantangan
Usai meninjau infrastruktur, Bupati Oloan mengunjungi UPT SDN 148 Rura Tanjung. Kehadirannya disambut hangat oleh guru dan siswa yang tampak antusias. Dalam kunjungannya, Bupati memantau proses belajar mengajar serta berdialog dengan para pendidik untuk mengetahui tantangan pascabencana yang mungkin mengganggu kegiatan sekolah.
Ia memberikan motivasi kepada siswa agar tetap bersemangat belajar meskipun kondisi lingkungan sedang tidak ideal akibat cuaca ekstrem dan bencana yang terjadi. Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan dunia pendidikan tidak terganggu oleh situasi darurat dan tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Infrastruktur sebagai Penggerak Ekonomi Lokal
Pembangunan jalan Tarabintang—Siantar Sitanduk—Napa Kubangan tidak hanya berfungsi sebagai jalur penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi urat nadi distribusi hasil pertanian, perdagangan lokal, serta mobilitas masyarakat menuju fasilitas pelayanan publik.
Di wilayah yang sebagian besar masyarakatnya bergantung pada sektor pertanian, keberadaan jalan yang memadai menentukan harga komoditas, biaya transportasi, hingga kelancaran aktivitas ekonomi sehari-hari. Karena itu, keberhasilan proyek ini akan berpengaruh langsung pada peningkatan kesejahteraan warga.
Pengawasan Ketat Harus Berjalan Paralel dengan Eksekusi
Peninjauan Bupati Humbang Hasundutan merupakan langkah strategis untuk memastikan pembangunan berjalan pada jalur yang benar. Namun, pengawasan lapangan harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya pada saat kunjungan resmi. Mutu konstruksi, ketepatan waktu, dan ketahanan terhadap kondisi alam harus menjadi indikator utama keberhasilan proyek.
Dengan pengawalan yang konsisten, proyek senilai puluhan miliar ini diharapkan menjadi infrastruktur yang tidak hanya berfungsi hari ini, tetapi bertahan dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Tarabintang, Pakkat, dan sekitarnya.
Jonaer Silaban







